Dalam catatan IDX Channel, absennya perseroan menebar dividen yang merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut. Perseroan terakhir kali membagikan dividen pada tahun buku 2023.
Sejak 2024, profitabilitas Campina terus tertekan di tengah angka penjualan yang stagnan. Lesunya daya beli yang mendorong konsumen mengubah prioritas belanja pada hal yang esensial diharapkan pada beban bahan baku dan upah yang meningkat.
Di samping itu, Campina juga menghadapi persaingan yang ketat di industri es krim. Hal ini ditandai dengan langkah kompetitor yang melakukan ekspansi secara agresif hingga promosi harga besar-besaran.
Sepanjang 2025, Campina membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,17 triliun, naik tipis 1,13 persen secara tahunan. Proporsi penjualan di wilayah Indonesia Barat dan Timur juga cukup seimbang dalam dua tahun terakhir sebagai dampak dari kinerja pemasaran serta penguatan saluran distribusi.
Beban pokok penjualan naik 9 persen menjadi Rp529,7 miliar dan beban usaha naik tipis menjadi Rp557,2 miliar.