"Hasilnya, laba kotor tidak termasuk depresiasi dan amortisasi tumbuh 10,9 persen secara tahunan menjadi Rp430,6 miliar, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 56,5 persen dari 55 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya," tutur dia.
Dengan momentum awal tahun yang solid, Rachmat optimistis melanjutkan kinerja positif sepanjang 2026.
"Perseroan akan tetap berfokus pada efisiensi, penguatan operasional, serta investasi selektif untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor industri dan kesehatan," katanya.
(DESI ANGRIANI)