“Pembagian dividen dari CREC dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi yang kami lakukan tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah memberikan manfaat finansial yang nyata. Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Pertamina NRE dalam mengembangkan portofolio investasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Sri dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).
Selain memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan, investasi di CREC juga memperkuat portofolio bisnis energi terbarukan Pertamina NRE di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, CREC memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar lebih dari 1.200 MWdc, menjadikannya sebagai salah satu pengembang energi surya terbesar di Filipina dan merupakan aset strategis dalam portofolio investasi Pertamina NRE.
Pertamina NRE juga terus melakukan monitoring terhadap eksekusi strategi jangka pendek dan jangka panjang CREC guna memastikan optimalisasi value creation perusahaan.
Sementara itu, Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, Eri Reksoprojo, menyampaikan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan mutually beneficial and strategic investment yang sama-sama memberikan nilai tambah dan nilai strategis bagi kedua perusahaan.
Bergabungnya Pertamina NRE sebagai investor bukan hanya merupakan strategic financial investment karena investasi ini diharapkan juga dapat mendorong Pertamina NRE memperluas kerja sama dengan CREC selaku mitra strategis di dalam memperkuat portfolio investasi PNRE yang sudah ada. Bahkan, berpotensi memperkuat posisi tawar perusahaan didalam upaya mendapatkan peluang investasi unggulan lain di kemudian hari.