“Perolehan dividen dan capaian ROI 43,4 persen yang menggembirakan ini merupakan cerminan dari sebuah inisiatif investasi yang dilakukan secara disiplin, akuntabel, dan mengedepankan tata kelola sekaligus mengutamakan fundamental bisnis yang baik untuk menjamin nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” tutur Eri.
Ke depan, Pertamina NRE akan terus memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada penciptaan nilai (value creation), baik melalui peningkatan return investasi maupun penguatan kapabilitas bisnis energi bersih.
Keberhasilan investasi strategis Pertamina NRE di CREC juga mendapat dukungan dari Danantara Investment Management yang menilai investasi tersebut tidak hanya menghasilkan value creation, tetapi juga memiliki nilai strategis jangka panjang dalam memperkuat kerja sama energi bersih di kawasan.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, mendukung inisiatif investasi PNRE dalam industri energi terbarukan di CREC.
“Karena ini bukan hanya sekedar value creation tetapi secara jangka panjang ada nilai strategis dalam bentuk potensi cross selling di antara kedua negara tetangga dan bagian dari ASEAN seperti ekspor produk panel surya/solar PV produksi anak perusahaan PNRE, transfer teknologi dan penempatan tenaga kerja Indonesia di industri energi terbarukan yang berkembang baik di Filipina,” kata Pandu.
(NIA DEVIYANA)