Agus menjelaskan, keberhasilan negosiasi dengan calon pembeli tergantung banyak hal, mulai dari proses uji tuntas (due diligence), persyaratan internal, persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
GRPM diketahui melantai perdana di BEI pada Juli 2023. Perusahaan ini bergerak di bidang distribusi makanan dan minuman dan sejak 2007 ditunjuk menjadi distributor resmi Coca Cola. Pada 2016, GRPM memperluas portofolionya dengan menjadi distributor PT Kino Indonesia Tbk (KINO).
Sementara itu, PMUI diketahui baru menggelar IPO pada Juli 2025. Induk dari GRPM tersebut diketahui merupakan distributor XL sekaligus menjual aksesoris ponsel.
Rimau Group diketahui memiliki bisnis pertambangan batu bara dengan konsesi di Kalimantan Tengah di samping PLTU. Tidak disebutkan alasan Rimau Group tertarik mengambil alih GRPM.
Saham GRPM ditutup menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 10 persen ke level Rp438 pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Sementara saham PMUI bergerak stabil di level Rp134.
(Rahmat Fiansyah)