AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Petinggi Kena OTT KPK, Ini Kinerja dan Sejarah Humpuss Intermoda

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Kamis, 28 Maret 2019 18:15 WIB
saham perusahaan milik Tommy Soeharto ini anjlok 7,46% pada pukul 10:50 WIB ke level Rp660.
Petinggi Kena OTT KPK, Ini Kinerja dan Sejarah Humpuss Intermoda. (Foto: Ist)

IDXChannel – Pasca penangkapan salah satu petinggi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saham perusahaan milik Tommy Soeharto ini anjlok 7,46% pada pukul 10:50 WIB ke level Rp660.

Sebelumnya KPK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang anggota DPR RI dengan dugaan penyuapan distribusi pupuk. Namun, KPK juga telah menangkap tujuh orang lain yaitu direksi BUMN dari PT Pupuk Indonesia dan PT Humpuss Intermoda Transportasi  Tbk (HITS).   

KPK menduga telah terjadi transaksi atau dugaan penyerahan uang yang diindikasikan terkait distribusi pupuk menggunakan kapal. Selain itu, KPK juga turut mengamankan barang bukti berupa uang dalam pecahan Rupiah dan Dolar AS serta satu unit mobil jenis Alphard dalam OTT tersebut.

Sekadar informasi, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) sejatinya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengangkutan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), minyak mentah, bahan bakar minyak, bahan kimia, kontainer, batubara dan kargo laut lainnya.

Mulai beroperasi secara komersial pada 1 Januari 1993. Perusahaan juga menyediakan layanan awak kapal dan manajemen kepada pemilik kapal.

Melirik dari kinerja sepanjang 2018, HITS pada akhir Desember 2018 mencatatkan laba bersih USD12,04 Juta atau naik 72% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang tercatat rugi bersih sebesar USD7,004 juta.

Sementara pendapatan emiten pelayaran ini tercatat sebesar USD81,8 juta atau naik 20,8% dibandingkan akhir Desember 2017 sebesar USD67,7 juta. Sedangkan beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 34,75% dari USD38,8 juta menjadi sebesar USD52,38 juta. Adapun kewajiban perseroan tercatat sebesarUSD144,01 juta atau naik 7,43% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar USD134,04 juta.

Melihat dari sejarahnya, perusahaan berasal dari sebuah divisi LNG PT Humpuss, sebuah perseroan dengan kapal pertamanya bernama Ekaputra yang dibangun pada 1986. Lalu pada 1990, divisi LNG berubah menjadi  divisi yang bergerak di bidang perkapalan dan mengembangkan bisnisnya untuk melayani transportasi methanol.

Divisi ini kembali berkembang menjadi anak perusahaan dengan nama PT Humpuss Sea Transport pada tahun 1992 dan mulai menjalankan transportasi minyak.

Barulah pada 1997 perusahaan ini berganti nama menjadi PT Humpuss Intermoda Transportasi  dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia per tanggal 15 Desember 1997. Lalu pada 2014, perseroan tumbuh dan bertransformasi menjadi penyedia transportasi laut terintegrasi melalui 5 segmen usaha yaitu angkutan LNG, angkutan Petrochemcial & Oil, Kapal Penunjang Kegiatan Lepas Pantai, Marine Support dan Jasa Pengelolaan Awak Kapal.

Pada 2015, Perseroan melakukan diversifikasi usaha pada bidang angkutan clinker dan barang jadi serta dredging.

Sampai akhir 2016, berdasarkan Laporan Kepemilikan Saham Biro Administrasi Efek PT EDI Indonesia, saham Perseroan tetap didominasi oleh PT Humpuss sebagai Pemegang Saham mayoritas sebesar 45,52%. Sementara itu, PT Humpuss Intermoda Transportasi  Tbk juga berencana melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) anak usahanya yaitu PT Humpuss Transportasi Kimia pada 2020. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD