Sebagai world-leading geothermal producer sekaligus geothermal centre of excellence, kata dia, PGEO terus mengedepankan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk memastikan keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi.
Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan internasional, PGEO memperkuat fondasi pendanaan guna mendukung target kapasitas terpasang yang dikelola mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.
"Upaya tersebut memperkuat kontribusi PGEO dalam mempercepat pengembangan panas bumi nasional sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada energi Indonesia memasuki abad kedua pengembangan panas bumi," kata Fransetya.
(Dhera Arizona)