Dalam estimasi lainnya, potensi passive outflow diperkirakan mencapai USD2,5 miliar hingga USD6 miliar, dengan skenario dasar sebesar USD4 miliar.
Estimasi tersebut menggunakan asumsi penurunan status penuh ke Standalone Market yang diikuti keluarnya saham Indonesia dari indeks komposit MSCI.
Lebih lanjut, potensi active selling memiliki tingkat ketidakpastian lebih tinggi.
Dengan mempertimbangkan kepemilikan asing non-pasif sekitar USD35,4 miliar, simulasi penjualan sebesar 5 persen, 10 persen, dan 20 persen menghasilkan potensi arus keluar tambahan masing-masing USD1,8 miliar, USD3,5 miliar, dan USD7,1 miliar.
Dalam skenario dasar, kombinasi penjualan aktif dan pasif diperkirakan menghasilkan arus keluar sekitar USD7,5 miliar.