Selain buyback, manajemen membuka peluang untuk meningkatkan rasio pembagian dividen (dividend payout ratio). Kendati demikian, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan internal lebih lanjut.
Menurut Nurkholis, posisi permodalan BCA yang kuat memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan distribusi kepada pemegang saham tanpa harus mengorbankan kapasitas penyaluran kredit.
Di sisi bisnis, BCA menaikkan proyeksi pertumbuhan kredit 2026 menjadi 10-11 persen, dari sebelumnya 8-10 persen. Kenaikan panduan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit korporasi dan usaha kecil menengah (UKM) yang relatif solid.
Ekspansi kredit korporasi turut didorong oleh keberhasilan BCA merebut pangsa pasar dari sejumlah pesaing yang menghadapi kondisi likuiditas lebih ketat.
Di sisi lain, perseroan masih memiliki likuiditas yang memadai, tercermin dari rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) yang berada di kisaran 70-80 persen.