BCA disebut telah menyediakan pencadangan dengan rasio cakupan lebih dari 50 persen untuk eksposur tersebut.
Risiko penilaian surat berharga juga dinilai masih terkendali.
Sekitar 1 persen dari portofolio surat berharga pemerintah BCA diklasifikasikan sebagai instrumen perdagangan (trading), sedangkan sisanya terutama ditempatkan pada kategori biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (fair value through other comprehensive income/FVOCI).
Untuk prospek 2027, manajemen memperkirakan pertumbuhan kredit akan relatif sebanding dengan 2026.
Ekspansi volume bisnis diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan laba, sementara potensi pemulihan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) masih belum dapat dipastikan.
Di sisi efisiensi, investasi teknologi yang berkelanjutan membantu BCA menjaga rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (cost to income ratio/CIR) di bawah 30 persen. Namun, untuk keseluruhan 2026, CIR diperkirakan berada di kisaran 31 persen seiring kenaikan biaya operasional musiman dan depresiasi.