Dua saham dengan potensi outflow paling kecil dalam daftar tersebut adalah BRPT sebesar USD92 juta atau sekitar Rp1,67 triliun dan BRMS sebesar USD79 juta atau Rp1,43 triliun.
CGSI juga memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyerap potensi arus keluar tersebut berbeda-beda di setiap saham, dengan mempertimbangkan rata-rata nilai transaksi harian selama tiga bulan terakhir.
Untuk BBCA dan BBRI, potensi outflow masing-masing setara dengan sekitar 17 hari nilai transaksi harian rata-rata. Sementara BMRI sekitar 15 hari dan TLKM sekitar 16 hari.
ASII memiliki potensi outflow sekitar USD315 juta dengan rata-rata nilai transaksi harian tiga bulan sebesar USD13,3 juta, sehingga secara teoritis membutuhkan sekitar 24 hari perdagangan untuk menyerap arus keluar tersebut.
UNTR diperkirakan membutuhkan sekitar 19 hari, BBNI 18 hari, BRPT 10 hari, dan BRMS tujuh hari.