Saham GOTO kemudian terkoreksi hingga menyentuh batas bawah harga saham di Bursa Efek Indonesia sebesar Rp50 per saham dan bertahan di level tersebut dengan likuiditas yang sangat tipis.
Kondisi tersebut juga membuat MSCI menunda perubahan terhadap jumlah saham beredar, faktor free float, dan faktor pembatasan lainnya dalam peninjauan indeks Mei 2026.
Keputusan penghapusan dari indeks akan kembali dievaluasi dalam tinjauan indeks Agustus 2026 apabila saham GOTO tidak memenuhi persyaratan likuiditas.
Di sisi lain, pemegang saham GOTO pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 18 Juni 2026 telah menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp3,5 triliun untuk periode Juni 2026 hingga Juni 2027.
Program tersebut didukung posisi kas bersih perusahaan yang mencapai Rp21,8 triliun.