Namun, manajemen belum mulai menjalankan aksi buyback tersebut karena masih mempertimbangkan tekanan jual yang masih tinggi di pasar.
UOB Kay Hian memperkirakan aturan komisi 8 persen hanya menekan pendapatan bersih GoTo sekitar 3 persen pada 2026 dan 7 persen pada 2027 apabila hanya berlaku untuk layanan mobilitas roda dua.
Skenario tersebut dinilai masih dapat dikelola karena perusahaan memiliki berbagai strategi efisiensi.
Sebaliknya, jika aturan tersebut diperluas ke seluruh segmen, dampaknya diperkirakan jauh lebih besar, yakni dapat menekan pendapatan bersih sekitar 29 persen pada 2026 dan 36 persen pada 2027.
Dengan mempertimbangkan skenario saat ini, UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham GOTO dengan target harga berbasis metode sum-of-the-parts (SOTP) sebesar Rp78 per unit.