Sementara itu, layanan berdasarkan permintaan atau on-demand service (ODS) menyumbang sekitar 62 persen pendapatan, dengan kontribusi terbesar berasal dari layanan pengiriman.
Apabila perubahan hanya berdampak pada e-hailing roda dua, tulis analis UOB, dampaknya seharusnya relatif ringan.
Sebaliknya, apabila aturan komisi 8 persen diperluas ke seluruh layanan mobilitas dan pengiriman makanan, dampaknya akan jauh lebih besar terhadap kinerja perusahaan.
Menurut UOB Kay Hian, GoTo masih memiliki sejumlah strategi untuk mengurangi tekanan terhadap profitabilitas.
Langkah tersebut antara lain mengurangi insentif di segmen layanan berdasarkan permintaan (ODS), meningkatkan skala bisnis fintech, menaikkan biaya layanan e-commerce, memperkuat strategi wilayah dengan fokus pada area berpermintaan tinggi, serta melakukan optimalisasi biaya dan pendapatan.