AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Prediksi IHSG Hari Ini, Big Caps Rawan Koreksi dan Pantau Saham Komoditas

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 25 Oktober 2021 06:25 WIB
Pergerakan IHSG selama sepekan terakhir bergerak positif naik 0,16 persen ke level 6.633. Lalu bagaimana dengan pekan ini? 
Prediksi IHSG Hari Ini, Big Caps Rawan Koreksi dan Pantau Saham Komoditas (FOTO: MNC Media)
Prediksi IHSG Hari Ini, Big Caps Rawan Koreksi dan Pantau Saham Komoditas (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir bergerak positif naik 0,16 persen ke level 6.633. Lalu bagaimana dengan pekan ini? 

Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi mengatakan, meski didorong beberapa sentimen positif, investor perlu perhatikan gerak sektor perbankan yang rawan koreksi.

"Perbankan sendiri kita sudah harus mulai waspada khususnya yang trading ya, karena kalau saya lihat di sisi beberapa emiten khususnya big caps, sudah masuk arah margin beli, pekan depan diantisipasi terjadinya taking profit dan menurut saya ini salah satu hal yang cukup wajar di pergerakan arah saham," kata Oktavianus, Senin (25/10/2021).

Sentimen lainnya adalah IHSG didorong berkat harga komoditas yang naik seiring dengan laporan data ekspor yang meningkat signifikan.

"Sebenarnya ada sedikit keuntungan dimana ketika harga komoditas itu naik, dilihat dari data ekspor kita kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya kenaikan ekspor non migas ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan khususnya di komoditas pertambangan seperti batu bara itu sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan sektor komoditas khususnya batu bara lebih banyak dipengaruhi dari kondisi di China. China menjadi patokan karena sebagai konsumen terbesar batu bara untuk produksi dan listrik. Oktavianus berpikir dengan intervensi mereka akan totalitas untuk produksi batu bara dan mendorong harganya akan turun.

"Kita lihat secara tren sudah diatas 200 persen sekarang sudah turun 180 persen, jadi saya pikir koreksinya sudah sangat dalam dan untuk akhir tahun produksi akan meningkat untuk mengantisipasi musim dingin," ujarnya.

Maka itu, prediksi sampai akhir tahun juga ada kemungkinan mencapai level tertingginya meski ditahan oleh tren sekarang ini.
"Untuk sampai dengan akhir tahun kemungkinan besar dia balik lagi ke level tertingginya masih ada, cuma sekali lagi trennya itu sekarang sudah bener-bener ditahan jadi akan sedikit sulit," kata dia.

Rekomendasi saham sektor komoditas pilihan yakni PTBA 2.500-2.880, ADRO 1.500-1.600, ANTM 2.250-2.650, TINS 1.570-1.760, SIMP level resisten 510, dan LSIP 1.370-1.490.

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD