“Kami mempertahankan estimasi laba ANTM di 2024 dan menegaskan kembali target harga kami berdasarkan EV/EBITDA sebesar 8,3x pada estimasi tahun 2025,” kata Darma dalam risetnya, dikutip Senin (10/2).
Adapun, manajemen ANTM menyampaikan bahwa sepanjang 2024 lalu, perseroan menghadapi tantangan yang dipengaruhi oleh dinamika regulasi serta ketidakpastian kondisi ekonomi global, yang turut memengaruhi keseimbangan supply dan demand di pasar.
“Tantangan perizinan dihadapi sejak awal tahun telah dikelola dengan baik sehingga berhasil mengoptimalkan kinerja produksi dan penjualan komoditas nikel dan bauksit, serta memberikan pondasi yang kuat menuju pencapaian kinerja yang lebih baik di tahun 2025,” kata manajemen ANTM dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
(Rahmat Fiansyah)