Proline telah menuntaskan seluruh tahapan IPO mulai dari proses penawaran awal (book building) pada 18-23 Juni. Proses tersebut kemudian dilanjutkan pada penawaran umum (offering) 1-7 Juli dengan distribusi saham selesai dilakukan pada 8 Juli.
Selama proses offering, Sucor Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek tunggal IPO Proline mengumumkan adanya kelebihan permintaaan alias oversubcribed sebanyak 709,93 kali dengan 1,27 juta antrean dalam sistem IPO. Angka itu menghitung hasil penjatahan terpusat alias pooling allotment.
Sementara mengacu data BEI untuk seluruh penjatahan, baik pooling allotment dan penjatahan tetap (fixed allotment) untuk investor institusi dan dana besar, level oversubcribed saham PRDL mencapai 142,87 kali dengan 803 ribu SID berpartisipasi.
Dengan demikian, investor ritel yang mengikuti penjatahan terpusat hanya memperoleh 1 lot saja, sedangkan pemesanan di atas memperoleh porsi 0,18 persen dari total pemesanan. Sebagian investor ritel juga gagal mendapat penjatahan karena tingginya permintaan dan likuiditas yang tipis.
(Rahmat Fiansyah)