AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Properti Menggeliat, Pendapatan Lippo Cikarang Naik 50,1 Persen

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Selasa, 03 November 2020 08:30 WIB
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil keuangan untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020.
Properti Menggeliat, Pendapatan Lippo Cikarang Naik 50,1 Persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - Emiten PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil keuangan untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020. Perseroan melaporkan total pendapatan Rp1.592 miliar, naik 50,1% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.060 miliar.

"Hasil 9M20 telah sesuai dengan harapan kami. Di tengah pandemi ini, Perseroan terus fokus memanfaatkan momentum dan peluang yang diciptakan oleh peluncuran rumah baru kami yang terjangkau. Kami tetap optimis dan terus memberikan kepercayaan kepada pelanggan kami melalui serah terima unit tepat waktu. Hingga saat ini, Kami terus melakukan serah terima unit secara bertahap di Orange County, dan juga sedang membangun perumahan yang terjangkau seperti yang baru kami luncurkan, Waterfront Estates. Kami percaya fokus kami pada peluncuran perumahan yang terjangkau dan inisiatif lainnya dapat memimpin pertumbuhan berkelanjutan Perusahaan," ujar Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Simon Subiyanto.

Berdasarkan keterangan perseroan, Senin (2/11/2020), kenaikan tersebut terdongkrak oleh Penjualan Rumah Hunian dan Apartemen sebesar Rp1.124 miliar.

Sementara itu, LPCK juga mencatat penjualan tanah komersial dan ruko dan penjualan tanah industri pada 9M20 masing-masing sebesar Rp61 miliar dan Rp121 miliar dibandingkan dengan Rp69 miliar dan Rp66 miliar pada 9M19.

Pendapatan Perseroan juga didukung oleh peningkatan pendapatan berulang yang dihasilkan oleh divisi manajemen kota yang meningkat 5,8% YoY menjadi Rp249 miliar dari Rp236 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penjualan Rumah Hunian dan apartemen sebesar Rp1.124 miliar dan berkontribusi 70,6% dari total pendapatan, sementara pendapatan dari penjualan tanah industri dan komersial sebesar Rp182 miliar, memberikan kontribusi 11,5% terhadap total pendapatan.

Sedangkan laba kotor untuk periode tersebut meningkat menjadi Rp603 miliar di 9M20 dari Rp396 miliar di 9M19 dan laba bersih naik menjadi Rp630 miliar di 9M20 dari Rp367 miliar di 9M19.

Laba meningkat secara signifikan sebesar 71,4% YoY, karena pendapatan dari peningkatan pengakuan Penjualan Rumah Hunian dan Apartemen sebesar Rp470 miliar dan peningkatan Nilai Wajar Investasi USD DINFRA sebesar Rp 449 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh keuntungan mata uang atas investasi karena Rupiah terdepresiasi secara substansial pada 9M20.

EBITDA Perseroan yang dilaporkan untuk 9M20 tercatat sebesar Rp421 miliar, naik 41,6% YoY dari Rp297 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Total aset LPCK meningkat 15,1% YoY menjadi Rp14.059 miliar dari Rp12.219 miliar pada akhir 9M20. Saldo kas untuk 9M20 meningkat menjadi Rp899 miliar dari Rp523 miliar pada 9M19, menyusul keberhasilan peluncuran proyek Waterfront pada 1Q20 dan penarikan pinjaman bank tambahan sebesar Rp800 miliar. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD