Kenaikan target harga ini mencerminkan rerating global sektor logam, di mana rata-rata valuasi emiten sejenis di pasar global kini diperdagangkan pada EV/EBITDA untuk tahun fiskal 2026-2027 sebesar 10,7 kali (x)/8,6x, naik dari 8,5x/6,6x pada November 2025.
Bahana menambahkan MDKA sebagai saham pilihan utama dan mempertahankan NCKL, dengan alasan emiten tambang terintegrasi dinilai lebih berpeluang merealisasikan kuota dibandingkan produsen yang bergantung pada penjualan pihak ketiga.
Meski demikian, Bahana menilai keberlanjutan reli harga sangat bergantung pada eksekusi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Komentar terbaru dari Kementerian ESDM mengindikasikan penyesuaian kuota akan mengikuti kebutuhan smelter, yang berpotensi meredam ekspektasi pemangkasan tajam hingga 34 persen secara tahunan.
Namun, potensi kenaikan harga masih terbuka jika pengendalian pasokan diperketat, sebagaimana pernah terjadi pada minyak sawit mentah (CPO) dan timah.