Bahana juga menilai reli harga saham saat ini lebih didorong oleh posisi spekulatif, bukan oleh pengetatan pasokan fisik.
Hal ini tercermin dari lonjakan posisi net long investor di London Metal Exchange (LME), sementara persediaan nikel di LME dan Shanghai Futures Exchange (SHFE) masih berada di level tertinggi.
Jika pemangkasan kuota benar-benar terjadi hingga sekitar 100 juta wet metric ton bijih, Bahana memperkirakan produksi logam nikel dapat turun 0,7-1,0 juta wmt, cukup untuk menyerap proyeksi kelebihan pasokan nikel kelas-1 sekitar 260 ribu ton pada 2026.
Menurut hemat Bahana, risiko utama tetap berasal dari pelemahan harga nikel, ketidakpastian kebijakan, serta keterlambatan eksekusi proyek. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.