Konflik yang memicu kekacauan di Timur Tengah dan mengguncang pasar minyak global itu kini telah memasuki pekan kedua.
Trump membenarkan serangan tersebut dengan menyatakan bahwa Iran menimbulkan ancaman yang segera terhadap AS, meski tanpa menyertakan bukti. Ia juga menuduh Iran semakin mendekati kemampuan untuk membangun senjata nuklir.
Di sisi lain, gangguan pasokan mulai muncul di kawasan Teluk. Kuwait dilaporkan terpaksa memangkas produksi karena keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak. Kondisi ini terjadi setelah jalur pengiriman utama, Strait of Hormuz, masih ditutup akibat konflik.
Penutupan jalur strategis tersebut berpotensi menimbulkan masalah serupa bagi negara produsen lain di kawasan.
Para importir energi kini berlomba mencari pasokan dari wilayah lain, yang pada akhirnya mendorong harga minyak ke level yang lebih tinggi.