Menurut Goh, otoritas Indonesia masih memiliki waktu untuk memperbaiki sejumlah aspek reformasi pasar dan menjawab kekhawatiran terkait tata kelola.
DBS Group Research menetapkan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2026 di level 8.000.
Senada, analis UOB Kay Hian menilai konsistensi pelaksanaan kebijakan dan stabilitas makroekonomi menjadi kunci agar saham Indonesia dapat kembali mengalami penguatan berkelanjutan.
Dalam risetnya, UOB menyebut IHSG menjadi salah satu indeks saham dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun ini.
Pada Rabu (1/7/2026), pukul 09.15 WIB, indeks acuan tersebut diperdagangkan di level 5.673, turun tajam 34,38 persen sepanjang 2026.