Sehingga, pelemahan kurs yang saat ini terjadi dan dampaknya terhadap kewajiban pelunasan utang dalam bentuk dolar AS itu hanya ada di pembukuan, tapi tidak ada cash flow keluar yang signifikan dari perusahaan.
Lebih lanjut, kata Humprey, perseroan menilai kondisi pelemahan rupiah dan kewajiban pelunasan utang dolar AS, masih terdapat cukup waktu untuk melakukan mitigasi risiko karena baru jatuh tempo pada 2031. Perseroan saat ini fokus pada pengembangan bisnis pergudangan dan logistik yang kini menjadi sumber pertumbuhan utama perseroan.
Pada 2025, bisnis sewa gudang telah berkontribusi hampir 70 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Pendapatan dari segmen tersebut mencapai sekitar Rp77 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp36 miliar pada 2022.
Seiring transformasi bisnis yang terus berjalan, Argo Pantes juga tengah menjalankan sejumlah proyek pengembangan fasilitas pergudangan, termasuk pembangunan gudang untuk J&T Cargo di kawasan Cikokol, Tangerang.
Meski demikian, Humprey mengakui risiko nilai tukar tetap menjadi salah satu faktor yang diperhatikan perusahaan. Untuk itu, manajemen saat ini tengah mengkaji berbagai alternatif langkah strategis guna menata struktur kewajiban dalam mata uang asing tersebut.