"Kami sudah berdiskusi dengan beberapa pihak dan sedang mengkaji sejumlah alternatif action plan terkait bagaimana memitigasi risiko ini. Karena jatuh temponya masih 2031, kami memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan langkah yang tepat," ujarnya.
Selain posisi utang yang relatif terkendali, perseroan juga mencatat perbaikan kondisi keuangan sepanjang 2025. Ekuitas perusahaan meningkat sekitar 58 persen atau bertambah Rp66 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh perbaikan kinerja operasional dan penataan sejumlah akun warisan bisnis lama.
Manajemen meyakini penguatan bisnis pergudangan, peningkatan tingkat okupansi, serta kontrak sewa jangka panjang yang sedang dijalankan akan semakin memperkuat fundamental keuangan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
(Dhera Arizona)