AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Puradelta Lestari Cetak Marketing Sales Rp2,39 Triliun, Ini Penjelasannya

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 25 Januari 2021 13:30 WIB
DMAS mencetak pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp2,39 triliun di 2020, 19% lebih tinggi dibandingkan dengan target marketing sales pada 2020.
Puradelta Lestari Cetak Marketing Sales Rp2,39 Triliun, Ini Penjelasannya. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Emiten properti PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), mencetak pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp2,39 triliun di 2020, 19% lebih tinggi dibandingkan dengan target marketing sales pada 2020.

Dijelaskan Direktur Perseroan dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Senin (25/1/2021), Tondy Suwanto, bahwa raihan marketing sales sebesar Rp2,39 triliun tersebut terutama berasal dari penjualan lahan industri.

"Permintaan akan lahan industri di kawasan industri kami GIIC cukup tinggi sejak awal 2020 dan Perseroan berupaya memaksimalkan peluang tersebut, walaupun di tengah situasi pandemi," katanya.

Sebelumnya, Perseroan menetapkan target marketing sales pada awal 2020 sebesar Rp2 triliun. Namun dijelaskan Tondy bahwa pihaknya tidak melakukan revisi target sepanjang tahun. “Pada kuartal terakhir, kami berhasil melampaui target marketing sales yang telah ditentukan di awal tahun tersebut," jelasnya.

Perseroan juga berhasil meraih marketing sales sepanjang 2020 sebesar Rp2,39 triliun yang terutama berasal dari penjualan 119,5 hektar lahan industri. Lebih lanjut, Tondy mengungkapkan bahwa sektor-sektor industri dan termasuk otomotif, industri pangan, pergudangan (warehouse), dan pusat data (data center), merupakan sektor-sektor industri yang berinvestasi membeli lahan industri di kawasan industri GIIC.

"Kedepannya, kami memperkirakan permintaan industri-industri dari sektor otomotif dan turunannya serta pusat data (data center) akan masih kuat seiring dengan perkembangan terkini, termasuk pertumbuhan industri digital," tambah Tondy dalam keterangan resminya di Jakarta.

Tondy Suwanto juga mengungkapkan bahwa capaian penjualan yang baik di 2020 akan meningkatkan nilai kawasan Kota Deltamas.

"Dengan banyaknya pelaku industri yang bergabung di kawasan industri kami, aktivitas industri dan populasi kerja di Kota Deltamas akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga memberikan nilai tambah bagi kawasan ini. Ke depannya, kami juga akan terus mengembangkan kawasan hunian dan komersial di Kota Deltamas untuk memberikan fasilitas yang terbaik bagi pekerja, penghuni, maupun pengunjung kawasan Kota Deltamas ini," ujar Tondy Suwanto. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD