Meski demikian, ia mengakui implementasi standar baru tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kemampuan perusahaan menerjemahkan risiko keberlanjutan menjadi dampak keuangan yang terukur.
"Yang menjadi tantangan adalah bagaimana sustainability risk atau climate risk itu diterjemahkan menjadi financial impact. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak perusahaan," kata Yuliana.
Menurutnya, penerapan PSAK 1 dan PSAK 2 diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan perusahaan sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih relevan bagi investor dalam menilai ketahanan dan prospek jangka panjang suatu emiten.
(Febrina Ratna Iskana)