Selain itu, sekitar Rp80 miliar akan digunakan untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, Rp35 miliar diinvestasikan pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi, Rp29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi Perseroan, serta Rp37,8 miliar guna memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Direktur Utama RANS Entertainment Indonesia, Nagita Slavina, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi intellectual property (IP) yang mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
"Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan," ujar Nagita di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menegaskan status sebagai perusahaan publik merupakan awal dari babak baru bagi perseroan untuk bertumbuh dengan standar tata kelola yang lebih tinggi.
"Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia. Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Raffi.