Dari sisi penghimpunan dana, korporasi domestik telah melakukan fundraising senilai Rp121,96 triliun sepanjang 2026 hingga akhir Juli.
OJK mencatat masih ada 15 rencana penawaran umum (initial public offering/IPO maupun penawaran efek) yang berada dalam antrean (pipeline). Penggalangan dana melalui securities crowdfunding (SCF) mencapai Rp2,01 triliun secara agregat.
Untuk pasar keuangan derivatif, volume transaksi kumulatif periode Januari–Juli 2026 mencapai 297.853 lot. Sementara di bursa karbon, tercatat 155 pengguna jasa terdaftar dengan volume transaksi 1,98 juta ton ekivalen karbondioksida bernilai total Rp93,89 miliar.
Untuk menjaga keteraturan dan keadilan perdagangan, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) mempercepat agenda reformasi integritas, salah satunya meluncurkan penyempurnaan metodologi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) pada Juli 2026.
Di saat yang sama, OJK juga memperkuat koordinasi dengan investor global melalui wadah Investor Advisory Group (IAG) serta penyedia indeks internasional.