AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Recovery Rate RI di Atas Rata-rata Global, Rupiah Menguat di Level Rp14.222

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 17 September 2021 17:42 WIB
Rupiah ditutup menguat 30 point di level Rp14.222 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan akhir pekan ini.
Rupiah menguat (Ilustrasi)

IDXChannel - Rupiah ditutup menguat 30 point di level Rp14.222 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan akhir pekan ini. Menguatnya mata uang garuda sejalan dengan peningkatan pemulihan Indonesia dari pandemi Covid-19.

Analis Keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan pemerintah telah merilis indikator Recovery Rate (RR) secara nasional pada tanggal 14 September 2021 sebesar 94,45%, lebih baik dari RR global yang sebesar 89,68%.

“Indikator Bed Occupancy Ratio (BOR) secara nasional juga berada pada tingkat yang rendah yakni 13,32% dimana BOR Isolasi sebesar 12,51% dan BOR Intensif sebesar 20,83%,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Jumat (17/9/2021).

Selain itu, lanjutnya, data 11 September 2021 juga menunjukkan tidak ada provinsi di luar Jawa-Bali yang berada pada level asesmen 4. Sementara, 16 provinsi masih berada pada level 3, dan 11 provinsi berada pada level 2.

Secara paralel, pelaksanaan vaksinasi pun terus didorong dan dipastikan ketersediaannya. Ibrahim memperkirakan supply vaksin sampai dengan Desember mendatang akan mendekati 394 juta dosis dan di bulan September target vaksinasi harian dinaikkan menjadi 2 juta suntikan per hari.

Ia pun juga melihat bahwa pemerintah terus memperhatikan rakyatnya dalam meringankan beban ekonomi akibat pandemi. Seperti, diskon listrik, subsidi kuota internet, program kartu prakerja, Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan insentif lainnya.

“Selain insentif dan program diatas, bantuan sosial dengan total alokasi dana Rp186,64 triliun disalurkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Beras Bulog 2021, Program Kartu Sembako, Program Sembako PPKM, Bantuan Sosial Tunai, BLT Desa, serta Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW), dimana sampai dengan 10 September 2021 bantuan sosial ini sudah terealisasi Rp108,16 triliun atau sebesar 58%,” paparnya.

Sedangkan untuk perdagangan minggu depan, tepatnya Senin besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun  ditutup menguat  di rentang  Rp14.210 – Rp 14.230. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD