"Langkah tersebut datang di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI), cloud computing dan digitalisasi," ujarnya Jumat (21/8/2026).
Pertumbuhan AI membutuhkan kapasitas komputasi yang semakin besar, sehingga turut mendorong kebutuhan terhadap data center, listrik, konektivitas dan properti dengan spesifikasi khusus.
Bagi REAL, masuk ke bisnis ini membuka opsi pertumbuhan baru sekaligus memperluas eksposur perseroan dari properti konvensional menuju digital infrastructure.
Data center juga memiliki karakter bisnis yang menarik karena asetnya berpotensi menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) melalui berbagai model kerja sama, seperti sewa atau colocation, tergantung strategi yang nantinya dikembangkan perseroan.
Dengan kepemilikan 99,6 persen di RGST, keberhasilan pengembangan bisnis baru ini berpotensi memberikan dampak langsung terhadap REAL. Terlebih, jika perseroan berhasil menggandeng mitra strategis dan mengembangkan proyek dengan skala yang signifikan.