Menurutnya, kondisi ini berpotensi menciptakan situasi di mana imbal hasil tetap tinggi, dipicu oleh kerusakan infrastruktur dan harga minyak yang tinggi dalam jangka waktu lama, yang pada akhirnya akan mendorong inflasi tetap tinggi.
Kepala Riset K2 Asset Management di Melbourne, George Boubouras, mengatakan bahwa pengisian kembali pasokan energi akan menjadi kunci dalam waktu dekat, mengingat konflik dapat kembali memanas dengan cepat. Hal ini dinilai dapat menurunkan kemungkinan terjadinya resesi, terutama jika aliran minyak, gas, dan pupuk meningkat dalam waktu dekat.
Di menambahkan bahwa pasar bersikap pragmatis dan tidak lengah, karena pelaku pasar cenderung melihat melampaui konflik yang terjadi, sementara valuasi aset masih dinilai menarik dalam jangka waktu satu tahun ke depan.
(NIA DEVIYANA)