Menurut dia, outlook negatif yang diberikan Moody's lebih berkaitan dengan sejumlah faktor, antara lain konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah, tata kelola BUMN, arah strategi investasi Danantara, serta pengelolaan APBN ke depan.
Penempatan rating DIM yang selaras dengan pemerintah Indonesia itu mencerminkan keyakinan negara akan memberikan dukungan apabila terjadi tekanan terhadap Danantara.
"Persoalan utama yang disoroti bukanlah kemampuan finansial Danantara saat ini, melainkan faktor governance dan kepastian kebijakan. Moody's dan S&P melihat adanya keterkaitan yang sangat kuat antara Danantara dan pemerintah sehingga risiko yang melekat pada keduanya juga dipersepsikan serupa," kata Hans.
Meski begitu, Hans melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur yang relatif kuat. Dia mengatakan, Indonesia tidak berada dalam kondisi resesi, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di kisaran 5,6 persen.