Selain itu, kata dia, inflasi juga masih terkendali di tengah tingginya harga energi global. Sementara posisi fiskal pemerintah relatif sehat.
Lebih lanjut, Hans juga menjelaskan, neraca perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan surplus meski mengalami penyusutan akibat meningkatnya impor energi. Lalu, kinerja sektor komoditas juga memberikan dukungan terhadap perekonomian nasional, terutama ketika harga komoditas global berada pada level yang menguntungkan.
"Dari sisi fundamental, ekonomi Indonesia tidak seburuk yang dikhawatirkan pasar. Pertumbuhan masih terjaga, inflasi terkendali, dan kondisi fiskal relatif baik. Hal yang menjadi perhatian investor saat ini lebih kepada tata kelola dan konsistensi kebijakan," katanya.
Hans menyarankan sebaiknya pemerintahan ke depan agar terus memperkuat komunikasi kebijakan, memastikan pengelolaan APBN tetap prudent, serta memperjelas strategi investasi Danantara.
"Langkah ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus membuka peluang perbaikan outlook di masa mendatang," ujarnya.
(Dhera Arizona)