AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Risiko Investasi Saham

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Sabtu, 06 Maret 2021 16:00 WIB
Tak Hanya Untung, Intip Beberapa Risiko Investasi Saham.
Risiko Investasi Saham. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Sama seperti investasi pada umumnya, potensi keuntungan yang tinggi dari investasi saham juga diiringi dengan risiko yang tinggi. Hal itu tentu menjadi alasan mengapa investasi saham sering disebut sebagai instrumen yang high risk high return.

Risiko investasi saham ini merupakan sesuatu yang melekat atau tidak dapat dipisahkan dari kegiatan investasi saham. Rencana investasi sebaiknya bukan hanya memikirkan soal keuntungan, tapi juga risiko yang menyertainya.

Mengingat semakin tinggi keuntungan yang diperoleh dari produk investasi maka semakin tinggi pula resiko yang dihadapi. Risiko investasi saham ini perlu diketahui oleh investor sebagai salah satu pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Tanpa pengetahuan soal risiko ini, investasi saham bisa berujung kepada kekecewaan, kemarahan hingga penyesalan. 

Dikutip berbagai sumber, berikut sejumlah risiko investasi saham yang perlu anda pahami:

1. Capital loss

Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain resiko inilah yang biasanya dialami pertama kali oleh pemegang saham. Ini terjadi ketika harga jual lebih rendah dibanding harga beli.

2. Suspend

Maksud dari resiko ini adalah saham terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh bursa efek. Dengan begitu, para investor tidak dapat melakukan aktivitas saham apapun atau tidak bisa menjual sahamnya hingga suspend-nya dicabut dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

3. Likuidasi

Risiko investasi saham ini terjadi apabila sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh investor saham tersebut dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau dibubarkan.

Dalam kondisi ini, pemegang saham adalah pihak yang mendapatkan "giliran" terakhir untuk mendapatkan haknya setelah perusahaan memenuhi kewajiban kepada pihak lain seperti kreditur.

Secara teori, pemegang saham akan mendapatkan sisa dari harta yang dimiliki oleh perusahaan setelah perusahaan tersebut menyelesaikan kewajiban. Namun, apabila tidak ada sisa lagi, pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

Untuk menghindari risiko investasi saham ini, investor harus memantau perkembangan perusahaan secara berkala. Perusahaan yang mengalami masalah hingga berpotensi bangkrut biasanya mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak seperti bursa hingga media massa. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD