Kini, wacana tersebut kembali muncul. Bloomberg sebelumnya melaporkan adanya pembicaraan merger pada Juli 2025, sementara spekulasi kembali menguat pada Agustus 2026.
Menurut Daniel, apabila merger terealisasi, transaksi tersebut akan memiliki nilai sekitar Rp69,6 triliun dan menciptakan salah satu pemain menara terbesar di Indonesia.
Entitas gabungan diperkirakan memiliki sekitar 65.800 menara dan 106.100 penyewa atau tenant. Dengan demikian, tenancy ratio akan mencapai 1,61 kali, meningkat dibandingkan posisi MTEL sebesar 1,57 kali pada semester I-2026.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA gabungan diperkirakan mencapai Rp13,7 triliun dengan margin yang berpotensi meningkat sekitar 100 basis poin.
MTEL Berpeluang Jadi Survivor
Daniel memperkirakan MTEL menjadi entitas yang bertahan dalam merger tersebut, terutama karena statusnya sebagai perusahaan BUMN dan keterkaitannya dengan Danantara.