AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Rupiah Akhir Pekan Stagnan di Rp14.122 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 22 Oktober 2021 18:50 WIB
Pada perdagangan terkahir sore ini, Jumat (22/10/2021), nilai Rupiah stagnan di level Rp14.122.
Rupiah Akhir Pekan Stagnan di Rp14.122 per USD (FOTO: MNC Media)
Rupiah Akhir Pekan Stagnan di Rp14.122 per USD (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pada perdagangan terkahir sore ini, Jumat (22/10/2021), nilai Rupiah stagnan di level Rp14.122. Adapun faktor pendorong masih bertenggernya karena masih belum berakhirnya pandemi covid-19.

Pengamat Rupiah, Ibrahim Assuaibi mengatakan dengan adanya pandemi Covis-19, Indonesia memiliki peluang besar untuk melangkah maju ke depan menjadi negara yang lebih baik serta mampu memperkuat perekonomian agar semakin kokoh. 

"Pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran penting bagi seluruh golongan masyarakat. Masyarakat jadi lebih bisa  mengekspos hal-hal baru dan dapat lebih tahan banting menghadapi masalah sebab persoalan besar seperti pandemi terbukti bisa dilewati secara bertahap," kata Ibrahim dalam rilis hariannya, Jumat (22/10/2021).

Selain tantangan dan pelajaran berharga, lanjutnya, pandemi ini juga membuka begitu banyak peluang bagi Indonesia untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ibrahim bilang, salah satu peluangnya adalah melakukan reformasi terhadap regulasi yang selama ini tumpang tindih serta adanya  kesempatan untuk melakukan konsolidasi domestik. 

"Harus diingat pada tahun 2020 pada saat pandemi menggoyang ekonomi global sehingga foreign direct investment ke Indonesia turun signifikan. Namun ekonomi  tetap relatif lebih baik dibandingkan negara lain karena kita ditopang oleh investasi domestik," terangnya.

Sedangkan untuk perdagangan minggu depan tepatnya senin, (25/10/2021) Ibrahim meramal mata uang rupiah dibuka  berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.100 - Rp14.140.   (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD