sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Dibuka Menguat hingga Sentuh Rp17.840 Per Dolar AS, Ini Sentimennya

Market news editor Anggie Ariesta
29/06/2026 10:25 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan performa impresif pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (29/6/2026).
Rupiah Dibuka Menguat hingga Sentuh Rp17.840 Per Dolar AS, Ini Sentimennya.(Foto: iNews Media Group)
Rupiah Dibuka Menguat hingga Sentuh Rp17.840 Per Dolar AS, Ini Sentimennya.(Foto: iNews Media Group)

"Artinya apa? Pemangkasan ini tujuannya adalah untuk mengurangi biaya anggaran yang cukup besar tiap PBN. Sehingga ini pun juga salah satu yang akan mempengaruhi deposit anggaran mendekati di Rp2,68. Artinya apa? Bahwa pemerintah ini benar-benar serius bahwa deposit APBN itu harus mendekati Rp2,68 atau di Rp2,7," kata Ibrahim.

Selanjutnya, penopang penguatan rupiah yang ketiga didorong oleh ketegasan sikap politik ekonomi pemerintah yang memilih menolak tawaran bantuan dana darurat dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) senilai USD30 miliar atau setara dengan Rp537 triliun jika dikonversikan pada kisaran kurs Rp17.900 per dolar AS.

Keputusan penolakan pinjaman asing ini menjadi sinyal kepercayaan diri tinggi yang ditangkap positif oleh pasar, mengingat indikator fundamental ekonomi domestik masih bertengger solid dengan capaian pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal pertama. Ketahanan makro ini dinilai cukup tangguh untuk meredam guncangan pasar jika terjadi pelemahan rupiah akibat gangguan rantai pasok global akibat penutupan Selat Hormuz.

"Kalau kita fokuskan di Rp17.900. Artinya apa? Bahwa pemerintah menolak IMF ini pun juga merupakan sentimen positif bagi Rupiah yang menguat cukup tajam saat ini. Sehingga tiga faktor inilah yang membuat Rupiah menguat walaupun indeks harga saham gabungan pada saat pembukaan dibuka melemah," kata Ibrahim.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement