Namun, kata Ibrahim, MSCI mengumumkan posisi Indonesia masih berada di level negara berkembang atau Emerging Market, karena Indonesia mendapat sejumlah keunggulan pada aspek keterbukaan pasar. Hal itu menjadi salah satu faktor MSCI masih mempertahankan Indonesia di kelas negara berkembang, setelah sempat memberikan sinyal penurunan kelas sehingga membuat pasar kembali optimistis arus modal asing akan kembali membanjiri pasar keuangan indonesia.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.800-Rp17.850 per USD. Sedangkan untuk pekan depan diprediksi berada di rentang Rp17.500-Rp18.000 per USD.
(Dhera Arizona)