AALI
12150
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
975
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
690
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1965
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
63
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.34
-0.54%
-2.93
IHSG
6883.42
-0.44%
-30.72
LQ45
1011.72
-0.41%
-4.21
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Rupiah Hari Ini Merosot Tipis Atas Dolar AS, Ini Sebabnya

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Rabu, 26 Januari 2022 16:33 WIB
Nilai mata uang rupiah hari ini melemah tipis 3 poin di level Rp14.353 pada perdagangan hari ini, Rabu (26/1/2022).
Rupiah Hari Ini Merosot Tipis Atas Dolar AS, Ini Sebabnya. (Foto: MNC Media)
Rupiah Hari Ini Merosot Tipis Atas Dolar AS, Ini Sebabnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai mata uang rupiah hari ini melemah tipis 3 poin di level Rp14.353 pada perdagangan hari ini, Rabu (26/1/2022). Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp14.350.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah karena kekhawatiran geopolitik atas Ukraina menurunkan selera risiko. Investor juga menunggu keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve AS.

"Rusia menyatakan 'keprihatinan besar' setelah AS menempatkan 8.500 tentara dalam siaga untuk siap dikerahkan jika terjadi invasi Rusia ke Ukraina. Inggris juga mendesak sekutu Eropanya untuk menyiapkan sanksi jika terjadi eskalasi," ujar Ibrahim dalam risetnya, Rabu (26/1/2022).

Disisi lain, para pemimpin Barat terus mempercepat persiapan untuk melawan setiap aksi militer Rusia di Ukraina, sementara Rusia menyatakan “keprihatinan besar” setelah 8.500 tentara AS disiagakan untuk dikerahkan ke Eropa jika eskalasi terjadi.

Selain itu pasar juga fokus terhadap kebijakan The Fed, yang akan menurunkan keputusan kebijakannya di kemudian hari. Investor akan mencari petunjuk untuk waktu kenaikan suku bunga dan pengetatan kuantitatif (QT), tetapi pasar uang saat ini memperkirakan kenaikan pertama pada awal Maret 2022.

Dari sentimen domestik, data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan bahwa ekonomi global akan tumbuh 4,4 persen pada tahun 202, turun 0,5 poin persentase dari perkiraan Oktober.

Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi yang akan melambat dikarenakan ekonomi akan bergulat dengan gangguan pasokan, inflasi yang lebih tinggi, rekor utang dan ketidakpastian yang terus menerus akibat penyebaran varian baru Omicron yang cepat telah menyebabkan mobilitas baru di banyak negara dan meningkatkan kekurangan tenaga kerja.

Selain itu, Omicron akan membebani aktivitas pada Kuartal Pertama 2022 dan efek ini akan memudar di Kuartal Kedua. Sedangkan ketidakseimbangan pasokan-permintaan diasumsikan menurun selama tahun 2022 berdasarkan ekspektasi industri akan peningkatan pasokan, karena permintaan secara bertahap menyeimbangkan kembali dari barang ke jasa dan dukungan kebijakan yang luar biasa di tarik.

Begitu pula pertumbuhan ekonomi di Indonesia di tahun 2022 juga akan kembali menyusut, walaupun Pemerintah sampai saat ini belum merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 antara 5,2-5,5 persen. Apalagi Bank Indonesia masih optimis pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 antara 4,7- 5,4 persen.

"Kalau melihat IMF yang terus melakukan revisi pertumbuhan secara berkala, ini pun harus dilakukan oleh pemerintah karena sangat kurang moderat kalau pemerintah dan Bank Indonesia masih berpacu pada angka tersebut. Perkiraan angka yang tepat untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 adalah 4,0-4,5 persen," tulis Ibrahim.

Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah tipis. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah tipis di rentang Rp14.330-14.370. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD