Dari sisi domestik, pasar merespons negatif perdebatan mengenai pelebaran defisit anggaran. Kenaikan harga minyak di atas USD92 per barel telah menekan fiskal, sementara pemerintah tengah dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga defisit di bawah 3 persen atau membiayai program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ibrahim mencatat bahwa kegaduhan muncul saat ada wacana penggunaan anggaran dari Kementerian Pendidikan untuk program MBG, yang memicu penurunan peringkat oleh lembaga internasional seperti Moody’s atau Fitch.
"Nah ini yang membuat harga mata uang rupiah kembali mengalami kelemahan," kata Ibrahim.
Melihat masih kuatnya tekanan dari sisi eksternal maupun ketidakpastian kebijakan fiskal di dalam negeri, Ibrahim memproyeksikan upiah masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan esok hari dengan support Rp16.990 dan resisten Rp17.050 per USD.
(NIA DEVIYANA)