Selain itu, Indonesia memiliki potensi utama dalam indeks potensi ekspor lintas negara dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kapasitas manufaktur, ketersediaan tenaga kerja terampil, biaya tenaga kerja, lingkungan bisnis, hingga energi.
Hasilnya, Indonesia menempati peringkat lima di bawah Vietnam, sementara nomor 1 di tempati oleh China.
Kemudian, di tengah kebutuhan global yang semakin besar terhadap kapasitas produksi dan pasokan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan momentum tersebut, sehingga di tahun mendatang pertumbuhan ekonomi diprediksi akan lebih baik lagi.
Berdasarkan sentimen di atas, untuk perdagangan pekan depan, mata uang rupiah masih cenderung fluktuatif namun diproyeksi ditutup melemah pada rentang Rp16.830- Rp16.860 per USD.
(NIA DEVIYANA)