Namun, ekspektasi suku bunga AS akan tetap tinggi. Presiden Federal Reserve Boston, Susan Collins, pada hari Selasa mengatakan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap tidak berubah dalam jangka beberapa waktu karena data ekonomi terbaru menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja, sementara risiko inflasi tetap ada, menurut Bloomberg.
Dari sentimen domestik, Moody's Ratings telah memberikan peringkat Baa2 terhadap obligasi berdenominasi yuan offshore China dan euro yang diterbitkan pemerintah Indonesia dengan mekanisme shelf registration (obligasi berkelanjutan) senilai USD10 miliar.
"Secara fundamental, Moody’s masih menilai Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang memadai. Dukungan dari kekayaan sumber daya alam serta struktur demografi yang relatif menguntungkan menjadi bantalan pertumbuhan jangka menengah," kata Ibrahim.
Moody’s memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia akan bertahan di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun ke depan, dengan defisit fiskal tetap berada di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam kerangka makro konvensional, ini merupakan indikator stabilitas yang selama dua dekade terakhir menopang kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah Indonesia.