Menurut Anindya, pihaknya berkeyakinan bahwa rencana PMHMETD dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan, memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan Perseroan.
Selain itu, langkah penambahan modal juga dapat meningkatkan kemampuan BNBR dalam melakukan ekspansi usaha, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada laba Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah aksi ini, lanjut Anindya, rasio total pinjaman terhadap total aset turun dari sebesar 84,28 persen sebelum PMHMETD menjadi sebesar 67,9 persen pasca pelaksanaan PMHMETD.
"Ini menunjukkan bahwa setelah PMHMETD, komposisi aset Perseroan yang didanai dengan ekuitas menjadi lebih besar sehingga kontribusi kepada bagian pemegang saham dari kinerja aset-aset Perseroan menjadi lebih besar," ujar Anindya.
Selain itu, penurunan rasio juga memberikan Perseroan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan.