IDXChannel - Saham-saham Asia diperdagangkan bervariasi pada Rabu (13/5/2026) pagi, di tengah kebuntuan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran serta memudarnya antusiasme di sektor teknologi.
Dilansir dari AP, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, naik kurang dari 0,1 persen menjadi 62.774,94.
Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,9 persen menjadi 7.708,05, memulihkan sebagian kerugiannya baru-baru ini. Kospi anjlok 2,3 persen awal pekan ini dari level tertinggi sepanjang masa setelah seorang pejabat mengisyaratkan bahwa Seoul mungkin akan mengenakan pajak terhadap keuntungan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI), termasuk raksasa chip seperti Samsung dan SK Hynix.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3 persen menjadi 8.645,80. Hang Seng turun 0,4 persen menjadi 26.246,29, sementara Shanghai Composite sedikit berubah, turun kurang dari 0,1 persen menjadi 4.213,86.
Dalam perdagangan energi, patokan minyak mentah WTI turun 58 sen menjadi USD101,60 per barel, sementara Brent turun 66 sen menjadi USD107,11 per barel.
Harga-harga tersebut masih jauh di atas harga sebelum perang. Konflik berpotensi kembali memanas karena gencatan senjata terlihat semakin rapuh.
Brent telah melonjak dari sekitar USD70 per barel sebelum perang pecah. Konflik tersebut menutup Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak.
Di Wall Street, S&P 500 turun 0,2 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai sehari sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 56 poin, atau 0,1 persen, sementara indeks Nasdaq turun 0,7 persen dari rekor tertingginya. (Wahyu Dwi Anggoro)