sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham BBCA-BRPT Cs Jadi Beban saat IHSG Turun 8 Persen Sepekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
07/06/2026 09:42 WIB
Pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini tidak hanya dipicu sentimen negatif pasar.
Saham BBCA-BRPT Cs Jadi Beban saat IHSG Turun 8 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)
Saham BBCA-BRPT Cs Jadi Beban saat IHSG Turun 8 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini tidak hanya dipicu sentimen negatif pasar, tetapi juga diperparah oleh tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi penekan utama indeks.

IHSG ditutup melemah 4,20 persen ke level 5.594,77 pada perdagangan Jumat (5/6/2026), sekaligus membawa penurunan mingguan menjadi 8,69 persen. Posisi tersebut menjadi level terendah IHSG sejak akhir 2020.

Menurut data pasar, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor terbesar terhadap pelemahan IHSG selama sepekan. Harga saham BBCA turun 10,96 persen ke Rp5.075 per unit dan memangkas indeks sebesar 58,55 poin.

Di posisi kedua, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 7,12 persen ke Rp2.740 per unit dengan kontribusi negatif sebesar 32,93 poin terhadap IHSG. Selanjutnya, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 8,91 persen dan menekan indeks sebesar 28,19 poin.

Tekanan juga datang dari saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yang anjlok 23,71 persen dalam sepekan sehingga mengurangi IHSG sebesar 25,88 poin. Sementara itu, saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) merosot 17,39 persen dan berkontribusi negatif 21,52 poin terhadap indeks.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga masuk daftar top laggards setelah melemah 5,88 persen dan menggerus IHSG sebesar 18,78 poin. Kemudian saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 8,60 persen dengan kontribusi negatif 17,16 poin.

Di sektor perbankan, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ikut membebani pasar setelah terkoreksi 13,24 persen dan memangkas IHSG sebesar 15,87 poin.

Lebih lanjut, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun 7,56 persen dengan dampak negatif 14,62 poin terhadap indeks.

Melengkapi daftar penekan terbesar, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 14,29 persen dan mengurangi IHSG sebesar 12,76 poin.

Phintraco Sekuritas menilai aksi jual dipicu oleh sejumlah isu, mulai dari rencana revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang memunculkan kekhawatiran terhadap independensi lembaga keuangan, hingga pelebaran defisit APBN dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Rupiah sendiri ditutup melemah 0,46 persen ke level Rp18.049 per USD pada Jumat (5/6/2026).

Di tengah minimnya katalis positif, Phintraco memperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level psikologis 5.500 pada pekan depan, seiring pasar menanti sejumlah data ekonomi domestik seperti cadangan devisa, indeks kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement