Diskon valuasi tersebut memunculkan pandangan bahwa tekanan harga belakangan ini dapat membuka ruang akumulasi bagi investor.
Di sisi lain, kinerja operasional BCA masih dinilai stabil, baik dari sisi pertumbuhan kredit maupun kualitas aset.
Hingga akhir Maret 2026, penyaluran kredit BCA tercatat mencapai Rp994 triliun atau tumbuh 6 persen secara tahunan. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap terjaga di level 1,8 persen.
Head of Research MNC Sekuritas, Victoria Venny, menilai tekanan terhadap valuasi BBCA lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibanding perubahan fundamental perseroan.
Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan jarak antara harga pasar dan kinerja perusahaan.