Dengan fundamental yang masih solid dan valuasi yang lebih rendah dibandingkan historisnya, ruang rerating saham BBCA dinilai masih terbuka apabila tekanan eksternal mulai mereda.
Dalam kondisi tersebut, aksi korporasi dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang menopang sentimen pasar.
BCA juga baru saja melaporkan kinerja kuartal I-2026 dengan laba bersih tumbuh 4 persen menjadi Rp14,7 triliun.
Kinerja tersebut ditopang pendapatan bunga bersih sebesar Rp21,2 triliun serta kenaikan pendapatan non-bunga 16 persen menjadi Rp6,7 triliun.
Sementara itu, beban operasional tercatat sebesar Rp8,5 triliun dan beban pencadangan mencapai Rp1,2 triliun sebagai bagian dari langkah antisipatif dan penguatan manajemen risiko. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.