AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Saham Bumi Resources (BUMI) Melonjak 23,89 Persen, Sang Bos Beri ‘Bocoran’ Penting

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Selasa, 09 Agustus 2022 15:14 WIB
Manajemen mengungkapkan sejumlah sentimen positif yang turut mendorong investor memborong saham BUMI.
Saham Bumi Resources (BUMI) Melonjak 23,89 Persen, Sang Bos Beri 'Bocoran'. (Foto: MNC Media)
Saham Bumi Resources (BUMI) Melonjak 23,89 Persen, Sang Bos Beri 'Bocoran'. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Harga saham emiten batu bara grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melompat tinggi ke level Rp140 per saham, melanjutkan tren kenaikan akhir-akhir ini. Manajemen mengungkapkan sejumlah sentimen positif yang turut mendorong investor memborong saham BUMI.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/9/2022), harga saham BUMI melesat 23,89% ke Rp140/saham dengan nilai transasksi Rp8,2 miliar, terbesar di bursa.

Selain itu, volume perdagangan saham BUMI juga tertinggi di bursa hari ini, mencapai 1,1 triliun saham.

Kenaikan saham BUMI hari ini melanjutkan kenaikan beruntun sejak Jumat pekan lalu (5/8).

Alhasil, dalam seminggu saham BUMI sudah melambung 21,74%, dalam sebulan terbang 77,22%.

Sementara, sejak awal tahun (ytd), saham emiten yang melantai di bursa sejak Juli 1990 ini sudah meroket 108,96%. (Lihat grafik di bawah ini.)

Sumber: Investing.com

‘Bocoran’ dari Bos BUMI

Manajemen BUMI pun turut memberikan pendapat soal sentimen yang menjadi katalis positif di tengah lonjakan harga saham BUMI.

Direktur & Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava kepada IDXChannel, Selasa (9/8/2022), menggarisbawahi sejumlah faktor penting yang menopang kenaikan harga saham perusahaan.

Dileep mendaftar sejumlah backdrop utama, mulai dari sentimen sektor yang kuat hingga harga batu yang menembus rekor.

Dia bilang, harga batu bara yang mengangkasa terjadi di tengah kekurangan pasokan, krisis energi, harga gas yang mahal, dan diperburuk oleh perang di Ukraina serta inflasi.

Selain itu, faktor keamanan energi yang pada gilirannya mengesampingkan transisi ke energi bersih, ditandai oleh Uni Eropa yang kembali menggunakan batu bara, ikut menjadi penggerak harga batu bara.

Dileep menambahkan, “Bank menolak mendanai proyek terkait batubara, maka tidak ada peningkatan kapasitas yang mungkin. Satu-satunya bahan baku cadangan yang dapat diandalkan adalah batubara. Energi terbarukan tidak dapat diandalkan.”

Oleh karena itu, jelas Dileep, harga batubara kemungkinan akan tetap tinggi dalam dasawarsa ini dan kemungkinan seterusnya karena kesenjangan permintaan melebar dengan pasokan yang ada.

Menjawab pertanyaan IDXChannel soal alasan investor membeli saham BUMI menjelang rilis laporan keuangan (lapkeu) semester I 2022 perusahaan, Dileep memaparkan, hasil lapkeu semester I yang sudah diaudit akan diumumkan pada September.

“[Laporan keuangan] 1H22 [semester I 2022] yang sudah diaudit akan diumumkan bulan depan. Bottom line [pos laba] yang jauh lebih baik, harga yang lebih tinggi, pembayaran utang yang dipercepat,” kata Dileep kepada IDXChannel.

Dileep melanjutkan, “BUMI adalah saham yang paling undervalued kualitasnya di sektor ini [batu bara] dengan prospek ke depan yang sangat baik. Investor yang cerdik merasakan hal ini.”

Soal Valuasi BUMI

Dengan kenaikan yang tinggi saat ini, rasio harga saham dibandingkan laba per saham (PER) BUMI (disetahunkan) mencapai 6,22 kali. Angka ini masih lebih ‘murah’ (undervalued) atau berada di bawah rerata industri 6,82 kali.

Namun, PER BUMI masih kalah ‘murah’ dibandingkan dua kompetitornya, misalnya PT ADRO Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang berada di angka 4,37 kali dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 3,72 kali.

Melihat harga saham BUMI saat ini, Dileep Srivastava mengatakan harga saham BUMI masih di bawah harga wajar.

“Laba per saham (EPS) BUMI dalam 12 bulan terakhir (LTM) selama 1 April 2021-31 Maret 2022 adalah Rp32/saham. Dibandingkan rerata PER sektor 6 kali, [BUMI] undervalued,” kata Dileep kepada IDXChannel, Selasa (9/8/2022).

Hanya saja, lantaran ekuitas yang dapat diatribusikan  ke pemilik induk BUMI per laporan 31 Maret 2022 masih negatif (minus USD441,66 juta), rasio harga saham dibandingkan nilai buku (PBV) BUMI negatif 2,44 kali.

Namun, apabila memasukkan kepentingan nonpengendali (termasuk saham di BRMS dan PT Arutmin Indonesia), jumlah ekuitas BUMI positif USD755,13 juta. Ini selaras dengan pernyataan Dileep beberapa waktu lalu.

“Ekuitas BUMI saat ini net positif,” kata Dileep kepada IDXChannel (2/8/2022).

“Laba ditahan (retained earnings) kami berada di teritorial negatif saat ini karena akumulasi kerugian di masa lalu. Semoga kami dapat mencoba dan menjadi positif dalam parameter ini segera,” imbuh Dileep.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD