Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang kepada pihak ketiga, kebutuhan modal kerja, serta pembiayaan rencana penambahan armada (CapEx).
CBRE juga berencana melakukan konversi utang menjadi saham. Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Oktober 2025, utang yang akan dikonversi berasal dari perjanjian promissory note dengan Hilong Shipping Holding Limited senilai USD25 juta, Yafin Tandiono Tan senilai USD11 juta, PT Saga Investama Sedaya senilai USD12,5 juta, serta PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) senilai USD6,5 juta.
Perseroan telah menerima surat pemberitahuan dari masing-masing pihak yang menyatakan memilih opsi konversi tersebut.
Pelaksanaan PMHMETD akan mengikuti ketentuan jangka waktu maksimal 12 bulan sejak persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Perseroan telah mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 10 November 2025, dengan penetapan daftar pemegang saham yang berhak hadir pada 24 November 2025. RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025.