Pasar menilai keluarnya DSSA dari dua indeks global utama itu berpotensi memicu arus keluar dana asing, terutama dari investor institusi dan reksa dana pasif yang menjadikan FTSE maupun MSCI sebagai acuan portofolio investasi.
Dalam sepekan terakhir, saham DSSA telah anjlok 50,24 persen. Sementara secara bulanan, koreksinya mencapai 74,75 persen dan membawa harga saham ke level terendah sejak Mei 2024.
Selain DSSA, FTSE Russell juga menghapus tiga saham Indonesia lainnya dari indeks globalnya, yakni PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). DAAZ, HILL, dan MLIA dikeluarkan dari FTSE Global Micro Cap Index dalam rebalancing yang efektif pada 22 Juni 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.